Pelepasan atau Penglepasan?

OLeh: Srini Wijayanti, S.Pd

April, bulan final Ujian Nasional. Berbagai persiapan dirancang untuk kesuksesannya. Dari simulasi UNBK kemudian beberapa kali uji coba sampai satu pekan menjelang UNBK –sekarang ini— dengan pemadatan khusus pada empat mapel yang diujikan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan satu mapel pilihan.
Namun, pembahasan pada tulisan ini bukan pada pelaksanaan UN-nya melainkan pada akhir kegiatan siswa kelas xii. Setelah menghadapi UN, kegiatan mereka tinggal mempersiapkan penglepasan. Tetapi tunggu dulu, bukan pelaksanaan penglepasan yang disorot melainkan justru pada morfologi (pembentukan kata) penglepasan. Secara kebahasaan, benarkah penggunaan kata tersebut?
Morfologi Penglepasan pernah dibahas oleh tim laman Balai Bahasa dalam artikel yang berjudul Penglihatan dan Penglepasan atau Pelihatan dan Pelepasan 1. Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa proses pembentukan kata penglihatan dan penglepasan berasal dari kata dasar lihat dan lepas yang mendapat imbuhan peng-an. Berdasarkan kaidah pembentukan kata yang berlaku dalam bahasa Indonesia, kata dasar yang diawali dengan huruf /l/ jika mendapat awalan peng akan menjadi pe- , seperti peng + latih menjadi pelatih dan peng + lipat menjadi pelipat. Jika berlanjut mendapat akhiran –an, maka menjadi pelatihan dan pelipatan. Jadi urutan pembentukan kata sebagai berikut:
Latih –> pelatih –> pelatihan
Lipat –> pelipat –> pelipatan
Demikian pula berlaku untuk lihat dan lepas, kata dasar berhuruf awal /l/, ketika mendapat imbuhan peng—an proses pembentukan kata yang benar adalah pelihatan dan pelepasan dan bukan penglihatan dan penglepasan. Sehingga urutan pembentukan katanya sebagai berikut:
Lihat –>pelihat –> pelihatan
Lepas –>pelepas –> pelepasan
Masih bersumber dari artikel di atas, pemunculan kata penglihatan dan penglepasan disebabkan oleh penghindaran bentuk dan arti yang dirasakan mempunyai nilai rasa kurang sopan. Kata pelihatan dirasa kurang sopan karena peli dalam bahasa Jawa berarti kemaluan laki-laki. Sedangkan pelepasan dirasa kurang sopan karena berarti dubur atau anus.
Padahal imbuhan peng- yang menempel pada kata dasar bersuku awal li- tidak itu saja, misalnya peliput berita dan pelipur lara. Begitu pula arti kata pelepasan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia 2 ada empat, yaitu: 1 proses, cara, perbuatan (hal dan sebagainya) melepas(kan); 2 pemecatan (dari tugas); 3 dubur; anus; dan 4 pengurangan atau penghilangan awan, baik secara alami maupun buatan. Sehingga juga tidak bisa dijadikan alasan kurang sopan karena artinya disesuaikan dengan konteksnya. Dikaitkan dengan pembahasan di awal, yaitu pelepasan kelas xii, maka berarti yang nomor 1 bukan yang 3.
Dari segi kebakuan bahasa, kata pelepasan termuat dalam KBBI setelah kata dasarnya, lepas. Berdasar KBBI kata baku yang berkata dasar lepas lainnya adalah berlepas, melepas, melepaskan, terlepas, lepasan, memperlepas, pelepas, kelepasan dan selepas. Dan tidak ditemukan untuk kata penglepasan, dengan kata lain, kata penglepasan tidak baku.
Belajar sekilas tentang morfologi kata. Memang imbuhan peng atau peN (dibaca pe nasal) mempunyai variasi bentuk layaknya imbuhan meng- atau meN yang diantaranya adalah me- dan meng-. Imbuhan meN menjadi me- jika melekat pada kata dasar yang berhuruf awal /l/, /m/, /n/, /r/, /w/ dan /y/. Contohnya melukis, memamasak, menilai, merasa, mewaris[i] dan meyakin[i]. Sedangkan imbuhan meN bisa menjadi meng- jika melekat pada kata dasar yang berhuruf awal /a/, /e/, /g/, /h/, /i/, /k/, /o/ dan /u/. Khusus pada kata dasar yang berhuruf awal /k/ luluh. Hal ini karena /k/ termasuk huruf yang berciri khusus selain /t/, /s/ dan /p/. Contoh kata yang berimbuhan meN dengan variasi bentuk meng- yaitu mengambil, mengemis, menggali, menghitung, mengikat, mengeras, mengolah dan mengutus.
Kembali pada imbuhan peN-an yang mempunyai variasi bentuk seperti halnya imbuhan meN di atas. Yang pertama untuk variasi bentuk pe-an yang melekat pada kata dasar yang berhuruf awal /l/, /m/, /n/, /r/, /w/ dan /y/. Contohnya adalah pelayaran, pemanfaatan, penantian, perawatan, pewarisan dan peyakinan (jarang digunakan). Satu bahasan lagi, variasi bentuk peng-an yang melekat pada kata dasar yang berhuruf awal /a/, /e/, /g/, /h/, /i/, /k/, /o/ dan /u/. Contoh kata yang berimbuhan peN-an dengan variasi bentuk peng-an yaitu pengawalan, pengentasan, penggalangan, penghijauan, pengimbuhan, pengeluaran, pengobralan dan pengurusan.
Jadi, jangan ragu untuk menyampaikan kata yang baku! Katakan pelepasan dan bukan penglepasan!
Salam cinta Bahasa Indonesia.
___________________
1www.balaibahasajateng.web.id
2https://kbbi.web.id/lepas.html
3https://id.m.wikipedia.org>wiki>Afiks

(Srini Wijayanti, S.Pd adalah pengajar Bahasa Indonesia di SMAN 1 Karanggede)

You may also like...

2 Responses

  1. M. Jazari says:

    Mantap pencerahannya bu…
    teruslah menginspirasi.

  2. Sukaryadi says:

    Menarik untuk disimak….
    Terima kasih pencerahannya Bu….ditunggu artikel selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!