Pemanfaatan e-Modul sebagai Alternatif Media Pembelajaran Mandiri

(Oleh : Sukaryadi, S.Pd)

Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin 2000:143). Menurut teori ini, dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respons. Maka sesorang dapat dikatakan telah belajar apabila telah menunjukkan adanya perubahan dalam perilakunya.
Pembelajaran menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar.
Kurikulum 2013 mengamanatkan pembentukan karakter peserta didik sebagai pribadi pembelajar, yang mampu menggali (mengksplorasi) sendiri berbagai sumber belajar untuk menjawab rasa keingin tahuannya. Pada kondisi ini guru diharapkan memposisikan diri sebagai fasilitator yang berfungsi membantu siswa dalam proses belajarnya. Dalam fungsinya sebagai fasiltator pada proses pembelajaran, guru diharapkan mampu menciptakan suasan proses belajar dengan memberikan berbagai alternatif media dan sumber belajar peserta didik.
Seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, penggunaan modul elektronik (e-Modul) adalah salah satu pilihan yang dapat dipilih oleh guru.

Sekilas tentang e-Modul
Modul merupakan kumpulan materi pelajaran yang digunakan oleh peserta didik untuk belajar mandiri, yang dipelajari secara bertahap, dan menyeluruh, disusun secara sistematis, dilengkapi dengan tugas, latihan atau bahan evaluasi, serta bahan pendukung lainnya untuk menunjang proses pembelajaran dalam mata pelajaran tertentu.
e-Modul merupakan modifikasi dari modul konvensional dengan memadukan pemanfaatan teknologi informasi, sehingga modul yang ada dapat lebih menarik dan interkatif. Karena dengan e-Modul kita dapat menambahkan fasilitas multimedia (gambar, animasi , audio dan video) di dalamnya. Kita juga dapat menambahkan fasilitas tes atau evaluasi interaktif sehingga siswa lebih dapat berinteraksi dengan sumber belajarnya.

Kelebihan e-Modul
Kelebihan e-Modul dibandingkan dengan modul konvensional adalah:

  1. Lebih menarik, karena dapat dilengkapi dengan fasilitas multimedia (gambar, animasi, audio dan video).
  2. Lebih interkatif karena siswa dapat melakukan evaluasi diri terhadap suatu kompetensi sekaligus dapat melakukan tindak lanjut setelah mengetahui hasil evaluasi yang dilakukannya secara mandiri.
  3. Paperless, dengan demikian penggunaan kertas dapat dikurangi.
  4. Multiplatform, e-Modul dapat digunakan pada berbagai peralatan (device) baik komputer dekstop, laptop maupun smartphone.

Manfaat e-Modul
Dengan fasilitas dan kemudahan yang disediakan e-Modul, maka beberapa manfaat yang dapat kita peroleh darinya antara lain:

  1. Mengalihkan perhatian siswa dari membuka konten-konten pada smartphone dan jaringan internet yang kurang bermanfaat ke konten-konten pembelajaran yang lebih bermanfaat.
  2. Memberikan pilihan kepada peserta untuk menggali sumber belajar yang menarik, interaktif dan menjawab rasa keingin tahuan mereka.
  3. Memberikan solusi kepada siswa untuk dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara bijak dan cerdas.
  4. Memberikan pilihan pada guru untuk menjawab tantangan kemajuan teknologi dan informasi suka maupun tak suka akan berdampak pada dunia pendidikan dan pembelajaran.

Demikian ide gagasan ini, semoga dapat memberikan manfaat untuk kita semua sebagai tenaga pendidik dalam rangka meningkatkan kompetensi kita serta menjawab tantangan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat dekat dengan dunia pendidikan kita.Dengan demikian kita dapat meminimalisir dampak negatif pemanfaatan teknologi dan informasi di kalangan peserta didik.

Tentang Penulis:


Sukaryadi, S.Pd
Adalah guru Fisika di SMAN 1 Karanggede.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!