AKROSTIK NAMA; INOVASI METODE PEMBELAJARAN MENULIS PUISI

AKROSTIK NAMA; INOVASI METODE PEMBELAJARAN MENULIS PUISI
(Oleh : Srini Wijayanti, S.Pd)

Menulis puisi bukanlah sekedar merangkai kata, dari kata-kata menjadi baris dan dari baris menjadi bait. Karena puisi merupakan bagian sastra. Menurut tokoh sastra, Horatius, menyebutkan bahwa sastra mempunyai fungsi dulce et utile. Dulce berarti menghibur (indah) dan utile berarti memberikan manfaat (berhikmah). Indah dan berhikmah, dua kata itulah yang menjadi kunci dalam menulis puisi.
Sayangnya, ternyata ketika siswa mendapat tugas menulis puisi, mereka cenderung mencari dan mengunduh. Menulis puisi yang dimaksudkan di sini tentunya bukan sekedar menulis tetapi membuat puisi sendiri. Agar tidak terkesan sama persis dengan aslinya, biasanya mereka mengubah di beberapa bagiannya. Bukannya salah, ketika siswa-siswa mencari dan mengunduh puisi tersebut hanya saja jangan kemudian mengatasnamakan pribadi. Mereka dipersilakan mencari dan mengunduh sekedar untuk membantu mencari inspirasi menulis, tidak untuk mengatasnamakan. Kalau sampai mengatasnamakan karya orang lain menjadi karya sendiri, sudah termasuk plagiasi dan melanggar HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) orang lain. Plagiasi dan pelanggaran HAKI termasuk kejahatan.
Teringat dengan pesan “Bang Napi” bahwa kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelaku, tapi kejahatan bisa terjadi karena ada kesempatan, waspadalah! Waspadalah!
Oleh karena itu, ketika guru menugasi siswa menulis puisi juga harus menutup kesempatan anak untuk berbuat kejahatan yang salah satu caranya dengan menerapkan metode akrostik. Metode Akrostik merupakan salah satu inovasi pembelajaran yang memudahkan siswa dalam menulis puisi. Akrostik berasal dari bahasa Yunani, akrostichis, yang maksudnya puisi dengan huruf awal per barisnya dapat terbaca menjadi kata. Kata yang terbaca vertikal ini merupakan kata yang dipentingkan dalam puisi. Dengan mempertimbangkan untuk menutup kesempatan berbuat kejahatan maka kata yang terbaca vertikal itu berupa nama masing-masing siswa. Hal ini dapat membuat siswa tertantang untuk menulis puisi sendiri.
Kalaupun ada nama siswa yang terlalu panjang atau terlalu pendek tinggal disiasati saja. Misalkan, melihat data nama siswa pada tahun pelajaran 2017/2018 ini, ada siswa bernama Yunika Lintang Yudianing Asmara untuk contoh nama yang panjang dan Wati untuk contoh nama yang pendek. Agar tidak memberatkan yang bernama panjang bisa disiasati dengan ketentuan panjang puisi. Tugas menulis puisi dengan menerapakan metode akrostik ini berketentuan panjang puisi minimal tiga bait. Jadi, bagi siswa bernama pendek tinggal mengulang namanya tiga kali. Atau bagi siswa yang bernama panjang tidak perlu menulis puisi dengan menghabiskan huruf pada namanya, tetapi cukup tiga bait saja kecuali memang yang sengaja ingin menyelesaikannya sampai selesai. Tentang tema dibebaskan, sesuai dengan keinginan siswa. Apalagi judul, biarkan sesuai kreativitasnya masing-masing.
Contoh sederhana puisi dari dua nama di atas sebagai berikut:

1.Yunika Lintang Yudianing Asmara dengan tema cinta terpendam
RINDU
Yang selalu terbayang
Untuk dirimu seorang
Nan jauh di sana
Ingin ku hapus jarak beda
Karna rasa tak ku pungkiri
Aku rindukanmu, kekasih diri
Lalu….
Ingin bersamamu
Namun….
Tak dapat ku gapai
Asa yang ku rasai
Nan terus berkobar
Gak kenal siar
Ya, ia bertahta di sanubari
Untuk ia, sang pujaan hati
Dalam diam, tanpa aksi
Ini rasa tersimpan rapi

2.Wati dengan tema renungan
Keinginan Vs Kebutuhan
Wanita
Awas!
Ti-hatilah terhadap
Imitasi gemerlap dunia
Wanita
Asal jangan terlena
Tetap waspada
Ingat! Kuasai keinginan yang bukan kebutuhan saja
Wanita
Aku dan kalian semua yang wanita
Tetap tegar wahai jiwa
Indahkan! Untuk gapai cita mulia

Demikian esai ini, sekedar berbagi dalam pembelajaran puisi, geguritan, poetry atau apa pun namanya agar siswa kita lebih tertantang untuk menyelesaikan tugas menulisnya.

 

Tentang Penulis:


Srini Wijayanti, S.Pd.
Adalah Guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Karanggede.

 

You may also like...

1 Response

  1. Evita says:

    Wah,. . metode pembelajaran ibu semakin menarik, semoga siswanya juga semakin antusias.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!